Cari Ruko


Kota/Kabupaten:
Kecamatan:
Kisaran harga:
Jumlah lantai:
Posisi Ruko:

Tentang Pembelian Ruko

Membeli Ruko Secara Perorangan yang Aman


Sebelum kita bahas mengenai Jual Beli Ruko secara spesifik, mari kita bahas terlebih dahulu secara umum mengenai Bisnis Property.

Bisnis Property adalah sebuah Asset yang tidak bergerak dan merupakan salah satu bentuk Investasi yang paling menguntungkan, sehingga diminati oleh banyak orang, kenapa diminati banyak orang? karena harga Property akan terus naik dari waktu ke waktu, hal ini disebabkan oleh jumlah penduduk yang semakin bertambah tiap harinya, sedangkan jumlah lahan tidak bertambah, Hal ini sesuai dengan Hukum Permintaan Ekonomi yakni bila permintaan bertambah sedangkan jumlah barang terbatas maka otomatis harga akan naik, sama hal nya dengan Investasi Ruko, dimana jumlah penduduk semakin padat dan memerlukan tempat berbisnis, tapi jumlah lahan/tanah-nya terbatas, otomatis harga ruko akan naik tinggi.

Sebagai Ilustrasinya jika anda membeli sebuah ruko sekarang serta menyimpannya dan anda menjualnya 3-5 tahun kemudian dijamin harganya akan berlipat ganda dari harga pada waktu Anda membelinya, hanya saja si pemilik ruko harus membayar pajak ruko-nya setiap tahun selama ruko tersebut belum laku terjual, tapi jangan khawatir dengan nilai pajaknya, karena masih tergolong relatif cukup kecil tergantung dari wilayahnya masing masing. Jika Anda masih pemula dan ingin mencoba berinvestasi di ruko yang pertama anda lakukan adalah melakukan riset mengenai legalitasnya atau keabsahan dokumen dokumen ruko tersebut, jangan sampai nanti ada permasalahan yang timbul seperti sengketa lahan dan sebagainya. berikut prosedur aman untuk Anda yang masih pemula di bisnis ini:

  1. Survey situasi dan kondisi Ruko yang akan di beli

Ingat jangan asal membeli bila belum tahu jelas barang yang akan di beli, jangan seperti peribahasa beli kucing dalam karung terjadi pada Anda, sebaiknya lakukanlah survey terlebih dahulu, seperti lokasi berada dimana , rawan banjir/longsorkah, termasuk tanah gerak atau tidak, kontur tanahnya seperti apa, cukup strategis atau tidak, lingkungannya aman atau tidak. Untuk menangkis kekhawatiran tersebut ada baiknya anda mendatangi dan bertanya ke kantor dinas Tata Kota Setempat atau tanya ke warga lingkungan setempat, agar terhindar dari hal hal yang merugikan anda kelak, jika Lokasinya di pinggir jalan pastikan tidak akan ada rencana pelebaran jalan.

  1. Pemeriksaan Dokumen / Surat-surat Ruko

Sebelum Anda bertransaksi dalam pembelian Ruko, pastikan sekali lagi bahwa Dokumen/Surat-surat Ruko tersebut lengkap dan Sah Hukumnya, termasuk juga kepemilikannya. Bila Ruko tersebut sudah bersertifikat pastikan atas nama penjual tanah itu sendiri dan segeralah periksa ke kantor kelurahan setempat atau ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) agar mencegah terjadinya masalah dikemudian harinya.

  1. Libatkan PPAT dalam pemeriksaan dokumen atau surat surat Ruko tersebut

Setelah pemeriksaan dokumen/surat surat tanah dilakukan dikantor kelurahan setempat, untuk filter selanjutnya anda juga perlu memeriksakan dokumen / surat surat Ruko tersebut ke PPAT(Pejabat Pembuat Akta Tanah) hal ini untuk memeriksa legalitas dan keabsahan dokumen / surat surat Ruko tersebut. Dari pemeriksaan PPAT kemudian akan diteruskan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) yang bertujuan untuk memeriksa status apakah sertifikat tersebut asli atau palsu, sedang terjadi sengketa atau bahkan sedang dijadikan agunan di Bank atau tidak. Jika waktu di periksa ternyata sertifikat tersebut bermasalah maka akan dikembalikan ke PPAT dan akan ditolak untuk pembuatan AJB (Akta Jual Beli) nya.

  1. AJB dibuat oleh PPAT

Jika dokumen / Sertifikat Tanah tersebut sah dan legal maka PPAT akan membuat AJB (Akta Jual Beli) yang harus didasari Bukti pembayaran PBB ( Pajak Bumi dan Bangunan) selama 5 tahun terakhir, Surat pengecekan dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) dan untuk keperluan balik nama, Surat IMB (Ijin Mendirikan Bangunan).

  1. Keperluan Balik Nama Sertifikat Tanah

Jika PPAT telah selesai membuat AJB maka berkas AJB tersebut akan di serahkan ke BPN untuk keperluan balik nama Sertifikat Ruko yang dibeli. Dan penyerahannya maksimal 7 hari setelah AJB ditanda tangani, selanjutnya diproses selama 2 minggu agar pembeli mendapat sertifikat baru atas nama baru juga. Untuk keperluan balik nama bisa meminta penjelasan PPAT lebih dalam karena akan ada syarat tambahan dalam proses tersebut seperti surat permohonan balik nama, AJB, KTP, Bukti PPH, dan pelunasan BPHTB.

  1. Pengurusan Pajak

Setelah selesai dalam mengurus semua persyaratan diatas maka si pembeli akan melaksanakan kewajibannya yakni pembayaran Pajak yang berkala, bisa lewat PPAT atau pribadi.

 

Prosedur Membeli Ruko Melalui Developer Secara Aman


Tidak sedikit orang yang memilih membeli Ruko dari Developer / Pengembang karena alasan tidak repot dan membuang waktu, ada juga yang memilih karena faktor keamanan dan kenyamanan, karena jika Developer / Pengembang yang membangun maka faktor faktor tersebut akan disediakan sehingga para penghuninya nanti sudah tidak perlu khawatir lagi, nah perlu diperhatikan dan juga memilih jika anda membeli rumah menggunakan jasa Developer / Pengembang, jangan sampai asal memilih Developer secara harga, tapi juga perhatikan kualitas dan nama baiknya juga, berikut prosedurnya bila membeli Ruko melalui Developer / Pengembang.

  1. Pilih Developer yang ternama dan terpercaya.

Ada baiknya jika sebelum anda memutuskan untuk membeli sebuah Ruko melalui Developer / Pengembang, pastikan Ruko yang anda inginkan dikelola oleh Developer Ternama dan terpercaya, dan jangan lupa perhatikan Track Recordnya seperti proyeknya ada di lokasi mana saja, sudah berapa lama menggeluti bisnis property tersebut, ada Ruko contohnya, ada kerjasama dengan pihak Bank untuk keperluan Kredit, ada management dan kantornya, serta memiliki ijin sebagai Developer / Pengembang dan tergabung dalam asosiasi pengembang dan anggota aktif REI. Jangan sampai asal pilih dan terkecoh oleh janji manis developer bila anda belum melihat Track recordnya, agar tidak merugikan anda di kemudian hari.

  1. Pilih Unit yang terbaik.

Saat Developer / Pengembang memasarkan produknya, anda dapat memilih unit yang sesuai keinginan dan anggaran dana yang anda miliki, pastikan anda memilih lokasi yang cukup strategis misal dekat jalan utama, dekat pintu keluar, menghadap jalan raya, letaknya di Hook pojok agar bisa dapat kelebihan tanah. Dan biasanya anda masih bisa merubah Denah dan luas bangunannya, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anda dan tentunya akan ada penambahan biaya akibat perubahan desain atau luas bangunan.

  1. Dapatkan Harga Terbaik saat membeli

Sebelum anda memutuskan membeli Ruko, bandingkan dahulu harga dan promo yang ditawarkan kepada Anda, biasanya Developer / Pengembang mengeluarkan harga Promo Early Bird / HPP (Harga Pokok Penjualan) pada Project baru dan jumlahnya sangat terbatas, biasanya hanya 2-3 unit saja yang akan dijual dengan harga special murah, hal ini dilakukan sebagai langkah promosi, sedangkan unit yang lainnya akan dijual harga normal. Ingat selidiki dan telitilah dulu, jika perlu anda wajib menanyakan kepada Developer / Pengembang tersebut tentang adanya harga Promo Early Bird. Sangatlah beruntung jika anda bisa membeli Ruko dengan harga yg masih sangat murah bukan?

  1. Tahap Pembangunan

Apabila Ruko belum dibangun pastikan dahulu kapan Ruko tesebut akan dibangun, jangan sampai sudah bayar tetapi pembangunan tidak dilaksanakan, jika Anda sudah meyakini bahwa Depeoler memang tidak nakal maka silahkan lanjutkan ke proses pembayaran.

  1. Cara Pembayaran

Sebelum menentukan metode pembayaran sebaiknya Anda melihat terlebih dahulu kondisi Rukonya yang akan di beli, jika ruko belum dibangun maka baiknya cara pembayaran dilakukan bertahap, tapi jika rukonya sudah selesai dibangun, maka anda moleh memilih metode pembayaran cash atau bertahap atau kredit. Apabila anda melakukan pembelian Ruko dengan metode pembayaran secara Cash maka setelah Anda melakukan pembayaran Booking Fee / Tanda Jadi anda bisa langsung melakukan pelunasan pembayaran, biasanya 15-30 hari setelah Booking Fee / Tanda Jadi diberikan. Tapi jika anda akan menggunakan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah/Ruko) maka langkah selanjutnya setelah anda membayar Booking Fee yang perlu anda lakukan adalah pembayaran DP (Down Payment) yang besarnya adalah 30% dari harga Unit tersebut. Setelah pembayaran DP sebaiknya Anda meminta PPJB (Pengikatan Perjanjian Jual Beli) kepada Developer yang isinya Hak Konsumen dan Kewajiban Developer.

  1. Lakukan Booking Fee Unit

Jika anda sudah setuju dengan situasi, lokasi, harga dan desain yang ditawarkan oleh pihak Developer / Pengembang maka anda harus melakukan Booking Fee / Tanda jadi Unit. Untuk pembayaran Booking Fee anda bisa langsung menanyakan metode pembayaran menggunakan Cash atau Transfer, kalau transfer pastikan ke rekening Depelover. Besarnya jumlah Booking Fee / Tanda jadi biasanya sekitar 10-30 juta. Booking Fee berfungsi untuk menyimpan Kavling / Unit yang anda pilih sekaligus juga tanda keseriusan anda untuk membeli Ruko tersebut. Pastikan anda menerima bukti hitam diatas putih dalam hal ini Kwitasi yang dilengkapi keterangan nominal Booking Fee, stempel, tanda tangan Developer diatas Materai.

  1. Membuat Akta Jual Beli untuk keperluan Balik Nama

Untuk melakukan keperluan Balik Nama maka kita harus melakukan AJB (Akta Jual Beli) dan untuk prosesnya kita tidak bisa melakukannya dibawah tangan serta diwajibkan menggunakan Jasa Notaris atau PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Sertifikat yang awalnya atas nama Developer / Pengembang akan beralih dan diatasnamakan pihak pembeli. Perlu diingat AJB bisa dilakukan sebelum serah terima Unit.

  1. Ruko Siap di huni dan diserah terimakan ke Pembeli

Ruko yang telah selesai pengerjaan dan pembangunannya maka tahap selanjutnya adalah menyerah-terimakan ruko tersebut ke pembeli. Dan biasanya pihak Developer akan memberikan waktu Retensi selama 3-6 bulan yang fungsinya sebagai Garansi bangunan kepada pihak pembeli, bila pembeli merasa ada yang kurang puas atau ada keluhan seputar bangunan yang telah dibangun pihak Developer.